Minggu, 06 Maret 2011

ISD Sebagai salah satu MKDU

Tujuan Instruksional Umum :

Mahasiswa memahami hakekat dan fungsi ISD dalam perguruan Tinggi
Point yang dijelaskan :
1. menjelaskan tujuan pendidikan umum di perguruan tinggi
2. menjelaskan 3 kemampuan yang diharapkan dihasilkan dari lulusan pendidikan tinggi
3. menjelaskan latar belakang diberikannya ISD
4. mahasiswa dapat menjelaskan pengertian ISD
5. menyebutkan tujuan ISD
6. menyebutkan 3 kelompok ilmu pengetahuan
7. menjelaskan pengertian masalah sosial
8. memberikan contoh masalah sosial

Satu paragraf terakhir berisi pendapat/pikiran anda mengenai salah satu point di atas yang anda anggap menarik.

Tujuan Pendidikan Umum di Perguruan Tinggi:

Tujuan pendidikan tinggi diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 adalah sebagai berikut:

  1. Menyiiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau professional yang dapat menerapkan, mengemangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan teknologi dan/atau kesenian.
  2. Mengembangkan dan meyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Kemampuan Yang Diharapkan Dihasilkan dari Lulusan Pendidikan Tinggai:

Tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi diharapkan memiliki 3 jenis kemampuan, yaitu:

1. Kemampuan personal

2. Kemampuan akademik

3. Dan Kemampuan Profesional


  1. Kemapuan personal adalah kemampuan kepribadian. Dengan kemapuan ini para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga menunjukkan sikap, tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia. Memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan dan kenegaraan (pancasila), serta memiliki pandangan luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.
  2. Kemampuan akademik adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tertulis, menguasai peralatan analisa, mampu berfikir logis, kritis sistematis, dan analitis. Memiliki kemampuan konsepsional untuk mengindetifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi serta mampu menawarkan alternatif pemecahannya.
  3. Kemampuan profesional adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dengan kemampuan ini para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya, agar jumlah penduduk yang besar ini benar-benar bisa menjadi modal pembangunan , sumber daya manusia yang dimiliki benar-benar sumber daya yang handal dan menjadi subyek untuk kemajuan peradaban damn memilki kesadaran untuk membangun negara dan bangsa.

Latar Belakang Diberikannya ISD:

Latar belakang diberikannya Ilmu Sosial Dasar (ISD) dimulai dari banyaknya kritik-kritik yang ditujukan pada sistem pendidikan di Perguruan tinggi oleh sejumlah cendikiawan terutama sarjana pendidikan, sosial dan kebudayaan. Mereka menganggap sistem pendidikan yang tengah berlangsung saat ini, berbau kolonial dan masih merupakan warisan sistem pendidikan pemerintah Belanda, yaitu kelanjutan dari “ Politik Balas Budi “ ( etiche politiek ) yang dianjurkan oleh Conrad Theodore Van Deventer, bertujuan menghasilkan tenaga-tenaga trampil untuk menjadi “ tukang-tukang “ yang mengisi birokrasi mereka di bidang administrasi, pedagang, teknik dan keahlian lain dalam tujuan eksploitasi kekayaan negara.

Pengertian ISD:

Ilmu sosial dasar adalah suatu program pelajran baru yang dikembangkan di Perguruan Tinggi.

Pengembangan Ilmu Sosial Dasar ini sejalan dengan realisasi pengembangan ide dan pembaharuan sistem pendidikan yang bersifat dinamis dan inovatf.

Ilmu-ilmu Sosial Dasar (ISD) Adalah Ilmu-ilmu sosial yang dipergunakan dalam pendekatan, sekaligus sebagai sarana jalan keluar untuk mencari pemecahan masalah-masalah sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

Seperangkat konsep-konsep dasar dan pengetahuan dasar ilmu-ilmu sosial secara interdisplin atau multidisiplin dipergunakan sebagai alat bagi pendekatan dan pemecahan problema-problema yang timbul dan berkembang dalam masyarakat.

ISD memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial kepada mahasiswa, yang diharapkan akan cepat tanggap serta mampu menghadapi dan memberi alternatif pemecahan masalah-masalah dalam kehidupan masyarakat.

Berdasarkan pengetahuan yang didapat melalui ISD, diharapkan para mahasiswa akan mampu menyesuaikan diri berkat penghayatan akan arah perkembangan dalam masyarakat. Setelah menyesuaikan diri secara mantap, paling tidak ia mampu mengetahui ke arah mana pemecahan jalan keluar suatu permasalahan itu harus ditempuh. Masalah-masalah sosial yang berkembang sedemikian kompleks, baik yang bersifat lokal, regional, nasional maupun internasional seperti pengangguran, urbanisasi, penyelundupan dan kriminalitas, kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkotika.

Tujuan ISD:

Tujuan Ilmu Sosial dasar adalah membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan peikiran yang lebih luas dan kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota dari golongan pelajar Indonesia.

Khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia-manusia lain serta sikap dan tingkah laku manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan

Kelompok Ilmu Pengetahuan:

Sumber dari semua ilmu pengetahuan adalah philosophia atau yang sering kita dengar yaitu filsafat. Ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial ditilik dari pengembangannya bermula dari ilmu filsafat. Dari filsafat itu kemudian lahirlah 3 cabang ilmu pengetahuan yaitu :

1. Natural Scinces ( ilmu-ilmu alamiah ), meliputi fisika, kimia, astronomi, biologi, botani dan lain-lain.

2. Social Sciences ( ilmu-ilmu sosial ), tersdiri dari sosiologi, ekonomi, politik, antropologi, sejarah, psikologi, geogafi, dan lain-lain.

3. Humanities ( ilmu-ilmu Budaya) meliputi bahasa, agama, kesusasteraan kesenian dan lain-lain.

Pengertian Masalah Sosial:

masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.

Contoh Masalah Sosial:

1. Masalah-masalah kependudukan

2. Tindak Kejahatan

3. Masalah Sampah

4. Pencemaran Lingkungan

5. Kebakaran

6. Rusaknya fasilitas umum

7. Penyalah gunaan narkoba dan alkohol

8. Kelangkaan barang kebutuhan


Paragraf Pendapat Point ke 8:

Menurut saya (bagus Ikhwani) contoh-contoh masalah sosial masih banyak lagi yang tidak dapat disebutkan, dan untuk mengatasinya saya rasa dibutuhkan dari kesadaran diri sendiri oleh pribadi masing-masing. Seperti contoh masalah sampah, pribadi yang berprilaku baik pasti dapat mengatasi atau menanggulangi masalah sampah itu dengan sendirinya atau mengolah dan memmanfaatkannya agar tidak berdampak negatif bagi dirinya ataupun lingkungan disekitarnya. Dan sebagai pribadi yang buruk, mereka biasanya mengabaikan masalah sampah tersebut, mereka mempunyai pikiran masalah sampah adalah masalah sepele, makanya mereka tidak menghiraukannya atau membuang sampah sembarangan dan tidak bias mempergunakannya. Oleh karena itu masalah sampah sangat berpengaruh kepada diri sendiri dan orang disekiitar, pribadi yang baik akan berdampak baik, dan pribadi yang buruk akan berdampak tidak baik pula.

:-)

Sumber :

  1. http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/ilmu-sosial-dasar-14/ (editing)
  2. Buku Pedoman U.Gunadarma
  3. Inspirasi Sendiri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar